Reborn alias mbrojol meneh

Entah sudah berapa lama saya tidak menulis di blog. Dan akhirnya nulis lagi.

Nggak ada angin, nggak ada hujan tiba-tiba hari ini nurani saya tergerak untuk membuka blog saya yang pake penyedia blog gratis yaitu blogspot. Sekilas setelah wara-wiri beberapa menit, saya berpikir blog ini perlu ada perubahan. Ya, memang perlu.

Proses birokrasi yang rumit dan bertele-tele akan menghambat laju perkembangan dan investasi di negara ini. Bagaimana kita bisa mewujudkan SDM yang berkualitas kalau mau berkembang aja dihambat. Eh, ini saya ngomong apa to?

Kembali ke awal.

Sampai mana tadi ya?

Oh, sampe mikir tadi. Jadi, setelah menimbang-nimbang dampak positif-negatif bagi investor saya memutuskan untuk merubah blog saya. Tujuan utama saya ya biar blog saya keliatan lebih simpel dan menarik. Tapi menarik darimana, wong yang baca nggak ada. Paling cuma saya sendiri, atau orang yang salah kamar masuk.

Dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk merubah parpol domain saya dari Blogspot menjadi WordPress. Sama-sama gratisan sih. Tapi alasan saya memilih untuk migrasi ke WordPress adalah tampilannya yang easy-looking dan tentu lebih simpel.

Ya, blog yang lama kini tinggal kenangan. Walaupun begitu, tetap postingan tidak penting yang sempat saya tulis di blog lama dengan berat senang hati saya transfer ke blog baru di WordPress ini. Biarkanlah itu menjadi kisah klasik yang pernah terpatri dalam kehidupan saya. Iki ngomong opo to?

Cukup sudah mungkin tulisan saya kali ini. Saya berharap siapapun yang membaca postingan ini agar tidak menyesal karena telah membaca tulisan yang tidak penting, yang juga tidak akan menginspirasi bagi anda.

Regards,
Shean.

Iklan

Tidak untuk kali kedua

Tidak akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Ya. Itulah prinsip hidup saya yang selalu saya terapkan….barusan

Entah pikiran apa yang melayang di otak saya saat itu. Selama perjalanan pulang hanya fokus pada jalan saja, tetapi sesaat juga berjaga-jaga jika ada orang-orang berompi hijau muda *IYKWIM. Sesaat masuk ke lajur ring-road, mata tertuju ke depan dan sesekali melihat ke arah awan Kumolonimbus yang seperti bunga kol itu, katanya (?)

Kemudian sampai lah saya ke flyover Demakijo dan setelah melewati turunan, jauh pandangan ke depan sekitar 500 meter tampak samar-samar kumpulan orang-orang berompi hijau tadi. Lokasi mereka sama seperti saat pertama kali saya kena tilang. Trauma-able. Sontak dengan gerak refleks bak Manuel Neuer, saya banting stir ke kiri terus masuk ke kampung agar tidak kena operasi dan Puji Tuhan saya benar-benar lolos dari operasi.

Setelah muter-muter di daerah Somodaran Gamping itu, akhirnya saya menemukan jalan yang tembus ke Jalan Wates. Sesaat setelah menyeberang, kemudian melewati pertigaan Pelem Gurih saat itu juga saya menoleh ke arah lokasi operasi tadi dan BENAR apa yang saya lihat dari kejauhan.

Saya yakin bahwa Tuhan yang menghendaki agar tadi siang saya tidak kena operasi. Hahaha tapi dari peristiwa ini saya dapat menyangkutpautkan dengan satu ayat di Firman Tuhan:

Mazmur 139:14

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Pas nemu ayat ini, rasanya cocok dengan peristiwa kali ini 🙂 Tapi entah harus berapa kali lagi saya menghindar dari operasi lagi. Masih butuh 8 bulan 1 hari lagi agar saya cukup umur untuk buat KTP dan SIM. Entah berapa kali lagi, tapi tidak untuk kali ini.

Kedua kali-nya!

Mungkin jika tulisan ini diibaratkan sebuah film, maka post saya kali ini merupakan sekuel dari post sebelumnya yang menceritakan tentang pertama kalinya kena operasi  lalu lintas. Saking larisnya maka dibuat sekuel gini 😐
Rabu yang biasa saja, semua berjalan dengan normal. Walaupun agak pening, setelah hari ini mapel Matematika yang awalnya 1 jam tiba-tiba bertransformasi menjadi 4 jam. Ini gara-gara pelajaran Fisika 3 jam yang harus tukeran jam pelajaran dengan Matematika tadi. What a day! -_-

Ekspetasi bahwa setelah pulang sekolah akan mengikuti Pramuka, seketika sirna. Ketika mentor musik di sekolah –You Know Who- memerintahkan untuk latihan band sepulang sekolah. Ya saya sih iya-iya aja, kan disuruhnya latihan musik. Siapa juga yang bakal nolak, ya nggak? Sepulang sekolah setelah bergulat dengan Matematika saya langsung take-off ke studio musik yang terletak di pojokan lantai 3 sekolah saya. Disanalah saya latihan dengan kakak-kakak kelas saya. FYI, yang kelas 10 saya doang :))
Langsung saja ya.. Setelah selesai latihan buat perform hari Jumat besok selama 2 jam, dan selesai sekitar jam 3.30 saya langsung pulang. Ya jelas pulanglah, laper bung. Selama perjalanan terasa biasa, di otak hanya memikirkan nada-nada lagu waktu latihan tadi. Semua berjalan lancar sampai saya mendekati Jalan Wates KM 9, daerah Balecatur.

Pria-pria berompi hijau muda dengan helm biru yang bertuliskan POLISI sudah berjejer rapi untuk menggiring para pengendara motor agar minggir kea rah pasar yang disana sedang diadakan operasi lalu lintas rutin. “Anjir, apalagi ini. Udah kemaren belum lama ada operasi, sekarang harus kena operasi lagi.” Apa daya seorang siswa SMA ini. Ya mau nggak mau ya harus menyerahkan STNK dan selanjutnya sang polisi bertanya “SIMnya mana dek?” Ini pertanyaan yang paling males saya denger.
“Belum buat , Pak!” jawab saya sejujur-jujurnya. “Oke, mari silahkan ke sebelah situ” perintah polisi. Saya menuntun motor kea rah kerumunan. Sambil melamun dan menahan lapar, saya langsung SMS dan telfon papa saya. Tidak diangkat, berkali-kali di telfon tidak diangkat. Setelah itu saya coba telfon mama saya dan masuk. “Tunggu bentar, papa udah mau jalan habis bersih-bersih halaman” jawab mama di ujung telfon. Menunggu, masih mending saya menunggu tapi ada kepastian.
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya papa datang juga dengan berpakaian rapi layaknya intel. Setelah memulai gesture-gestur rahasia, papa saya mencoba berbicara dengan komandan operasi itu. Saya awalnya tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat itu. Tapi sesaat kemudian komandan tadi malah bersenda gurau sama papa. 

Dalam hati berkata “Papa ini bacain ayat apaan sampai komandan itu seperti tersiram rohaninya” Hhahahaha..
Kemudian papa menanyakan berapa nomor plat motor yang saya pakai tadi. Setelah saya sebutkan, papa kemudian mengambil STNKnya dan kami langsung pulang tanpa perlu mengeluarkan rupiah sepeserpun. Saya saat itu heran dan bertanya “Tadi papa ngomong apa sih” Papa hanya tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.  Entah berapa kali lagi saya akan kena operasi seperti ini sebelu saya memiliki SIM. Ah sudahlah..
Di rumah terpikir untuk membuat blog-post tentang kejadian tadi, dan inilah postnya. Dan saya juga berpikir kalau kejadian ini mengutip ayat-ayat Alkitab gitu. Pastinya jadi tambah rohani~ 
Dari kejadian ini saya berpegang teguh pada Firman Tuhan, yaitu : 

Kolose 3:17Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukan semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh dia kepada Allah, Bapa kita.

Hahaha, kejadian ini agak absurd dan agak gimana gitu kalau dikaitkan dengan ayat Alkitab. Tapi masih ada hubungannya sih 😐

Tidak cuma menahan lapar

Hari itu adalah Sabtu biasa, berjalan layaknya hari-hari lainnya.

Saya sekolah dari pagi sampai siang, kemudian dilanjutkan latihan band sebentar. Tidak terlalu lama, karena gitaris dan vokalis yang katanya sakit perut tidak bisa datang Setelah itu saya kembali pulang ke rumah, walaupun sambil menahan lapar. Ya beneran lapar. Dan cerita pun dimulai dari sini.

Di tengah perjalanan waktu sampai Ring Road barat sekitar daerah Pelem Gurih, Gamping.  Disinilah saya melihat orang-orang yang berompi hijau muda yang dipunggungnya bertuliskan POLISI.  Dalam hati berkata “Kampret, ini pasti operasi. Mana saya belum punya SIM lagi.” Saya jarang mengatakan sial, karena sial itu tidak patut dikatakan :v Sambil saya majuin motor, terus sambil ngeluarin STNK.

Dengan hati yang masih berusaha relax, tetep lihat sekeliling. Saya melihat orang-orang di depan, banyak yang kena tilang. Mereka langsung dimintai STNKnya, ya mereka langsung ngasih gitu aja. Sambil menahan ekspresi muka agar tetap cool dan tidak tampak bersalah, Kemudian saya berkata “Pak, saya belum ada SIM.” Saya membuka pembicaraan dengan nada agak keras. “Oh, belum buat ya? Silahkan ke sebelah sana.” jawab sang polisi.

Zzz, anjir. Udah laper, malah kena beginian lagi~ Saya kemudian berjalan ke arah kerumunan orang yang berkumpul mengelilingi seorang polisi yang sedang memegang banyak STNK yang ditahan sementara. Saya agak bingung. Langsung aja lapor sama papa, kemudian disuruh tunggu disini. Sambil terus memantau keadaan sekitar.

Berbagai kalangan masyarakat, semuanya kena tilang. Mulai ada ibu-ibu, anak kost, mahasiswa, anak SMA, bapak-bapak, freelance, sampai cabe-cabean pun ada berkumpul disitu. Udah kayak nasi rames aja. Campur~ Ekspresi mereka ada yang nampaknya bingung, gelisah, telpon sana-sini, sampai ada juga yang cuma melamun mungkin saking bingungnya.

Ada yang absurd disini.

Pertama ada anak kost, kayaknya lagi bokek. Ngenes banget lah.”Pak tolonglah, gimana surat saya itu. STNK saya masih ditahan, sekarang udah kena tilang lagi. Saya juga gak ada uang.” kata sang anak kost itu sambil masang muka melas. Itu ngenes banget, udah STNKnya ditahan karena ditilang minggu lalu, eh sekarang kena tilang lagi. Udah gitu dia bilang lagi gak ada duit. Itulah derita anak kost minim budget~

Kemudian pak polisi bilang gini. ” Ya gimana, terserah anda. Mau diurus di pengadilan tanggal 6 dengan denda sebesar Rp. 50.000 bisa juga diwakilkan atau mau diurus disini?” “Aduh pak, nanti saja ya..” jawab sang anak kost kemudian berjalan meninggalkan kerumunan. Wa liatin tuh anak kost, dia melas banget. Dalam hati kasihan juga nih anak kost.

Yang kedua, ini lebih absurd.

Ada anak SMA seumuran lah. Menurut saya, dia bisa masuk dalam kategori cabe-cabean. Sorry to say, tapi penampilannya gitu. Ya apa mau dikata.. Dari saya awal datang di tempat itu, dia lagi nelpon. Kayaknya nelpon ibunya. Beberapa saat kemudian, ibunya datang. Ibunya masang muka jengkel. Sambil terus ngeliatin mereka.

Mereka mendekati kerumunan, dan sang ibu coba bernegosiasi dengan Pak Polisi. “Aduh pak, gimana anak saya ini. Tolonglah pak, diurusin..” kata ibu itu. Tapi pak Polisi tidak bergeming, malah sibuk melanjutkan melayani orang yang lain. Sang ibu memasang muka yang nampaknya sangat jengkel itu. Ngeri gan!  Tapi disinilah yang absurd. Anak dari ibu itu juga nampak jengkel, kemudian dia memasang jurus andalan yaitu mulut monyong sambil ‘ngerasani’ sang polisi. Anjir nih orang~

Lumayan itu selingan humor di siang yang panas saat itu.

Sambil saya tetep menunggu kedatangan papa. Sekitar 10 menit kemudian papa sampai. Menggunakan setelan rapi, bersepatu, tas, dan jaket hitam. Saya udah tau. Ini papa mau ngapain. Setelah itu papa mengamati keadaan sekitar, sambil melihat-lihat beberapa polisi. Kemudian dia berbicara kepada seorang polisi. Sambil berbincang-bincang sejenak, dia juga mencoba menelepon seseorang. Tidak perlu disebutin siapa. Tapi dia keluarga sih.

Sesaat setelah menelepon sebentar, papa kemudian menyerahkan HPnya dan sang polisi tadi berbicara dengan orang yang ada di sambungan telepon. Dengan bahasa resmi khas kepolisian, mereka berbicara agak serius. “Oke, nggih pak. Nggih” Itu yang saya dengar dari perkataan sang polisi yang tadi. Setelah itu sang polisi menanyakan berapa nopol motor yang saya pake tadi.

Setelah saya menyebutkan, dia nampak mencari STNK motor tadi. Beberapa saat kemudian dia menyerahkan STNK itu ke papa saya, dengan dia dan temannya agak sedikit bercanda dengan papa.

Setelah itu kami pulang, dan urusan pun selesai.  Tanpa perlu mengeluarkan biaya, kami bisa pulang juga~ Hari yang melelahkan.

Masih perlu menunggu 10 bulan lagi sampai wa cukup umur untuk membuat KTP dan SIM.Waktu yang cukup lama, entah berapa kali lagi saya akan ditilang gara-gara belum punya SIM. Semoga tidak lagi. Laper pak!

Penerawangan tentang Nine Degree Carnival

Yoshaaaa ikuzoo~

Tulisan kedua saya di blog amatir ini. Kali ini aku mau review tentang pensi SMA 9 Yogyakarta yang bernama Nine Degree Carnival yang diadakan di GOR UNY, Sabtu 10 Januari 2015.
2015-01-10 21.19.11
Dari awal pengumuman akan diadakannya pensi SMA 9 ini, kira-kira sekitar 2 bulan lalu saya baru mengetahui. Melihat line-up bintang tamu yang akan tampil di acara pensi ini, agak kaget dan excited juga karena terdapat artis-artis yang cukup famous bahkan ada yang sangat famous. Yak, mereka mengundang Jikustik, GAC ( Gamaliel Audrey Cantika ), dan yang paling dinantikan adalah idol dari semua idol-nya wota, JKT48!

Saya cukup heran mengapa SMA 9 bisa mengundang artis sebanyak itu. Kemudian juga harga tiket yang cukup terjangkau bagi kalangan pelajar. Harga tiket bervariasi mulai dari 50 untuk Ruby atau Festival, 65 ribu untuk Bronze, 85 ribu untuk Silver, 100 ribu untuk Gold, dan yang termahal 125 ribu yaitu Platinum. Tapi itu semua bisa diterima nalar, karena event ini didukung oleh sponsor yang banyak. Ya, banyak! Males nyebutin satu-satu, saking banyaknya. x_x
Oke langsung saja..

Sedikit me-review acara ini juga.

Pemilihan GOR UNY sebagai venue pensi sangat tepat, mengingat artis yang tampil adalah tingkat nasional otomatis fans guest-star yang tampil sangat banyak. Menurut penerawangan saya, GOR UNY terisi sekitar ⅗  dan 70% penton didominasi oleh fans dari para guest-star yang tampil.
Ya, khususnya idol-grup itu dan para fans mereka yang terkenal loyal. (baca: WOTA).
Dan acara ini ditunjang oleh lighting yang memukau. Salut!

Pembukaan oleh karawitan dari SMA 9 dan juga SMP 4 Yogyakarta, mengiringi lagu Bengawan Solo. Yang paling menarik sih yang jadi vokalnya dan juga yang main saxophone :3
Kemudian dilanjutkan performance :v , eh maksudnya sambutan dari kepala sekolah SMA 9 yang sangat menarik… menarik bagi siswa-siswinya dan juga istrinya. *ampun pak*

Setelah sambutan, dilanjutkan performance dari Neuf Band, yang ‘katanya’ alumnus SMA 9.
Easy listening, dan cukup ciamik penampilan mereka. Ga tau lagu apa aja itu.

Nah ini, yang tampil sudah sangat familiar di kalangan wota. Khususnya wota Jogja. Mereka adalah Kawandasawolu, sekaSAKA, dan juga Vienda Billy. Mereka merupakan grup yang suka men-cover lagu-lagu JKT48 dan semalam mereka berkolaborasi bersama. Sugoi!
2015-01-10 21.15.01
Temodemo No Namida dinyanyikan oleh mas-mas Kawandasawolu yang diiringi oleh SAKA. Asik karena mereka nyanyi pakai versi bahasa Jawa. Kemudian selanjutnya saya lupa..
Tapi yang saya ingat adalah saat Vienda Billy menyayikan Nagai Hikari.
Sangat syahdu, se-syahdu kak Vienda :3
Kemudian mereka menyanyikan Kimi ToBoku No Kankei, lagu yang dibawakan oleh ibu negara Melody dan juga oshi sejuta umat, Nabilah. Vienda Billy membawakan lagu ini dengan tempo lambat, dan sangat menarik. Diikuti oleh chant dari para wota yang memadati GOR UNY.

Selesai performance dari grup peng-cover lagu JKT48, dilanjutkan oleh band Jikustik. Penampilan yang sudah pro, apalagi mas Brian sang vokalis. Tapi nampaknya para wota tidak terlalu tertarik dengan mereka. Sekitar 3-5 lagu mereka nyanyikan. *lupa pastinya berapa*
Masih belum JKT48, yang tampil adalah GAC atau Gamaliel Audrey Cantika. Terkadang mereka menampilkan lagu mereka sendiri dan beberapa kali menyanyikan lagu hits dari artis dalam dan luar negri. Lagu yang mereka nyanyikan, yang saya tau cuma Happy 😐

Yang paling heboh adalah para gadis-gadis saat GAC tampil. Apalagi saat Gamaliel beraksi dengan suaranya yang terbilang bagus. 8/10 lah. Rap-nya juga enak didengar. Tetapi khusus para pria, saya yakin mereka hanya melihat Audrey dan Cantika. Saya juga sih. Mereka cantik, suaranya bagus. Apalagi ka Audrey, anjir suaranya tinggi amat. Cantika juga keren suara, seringnya suara 2.

Kurang lebih mereka membawakan 5 lagu atau lebih. Cukup lama, sampai-sampai para wota hanya bosan dan terdiam saat mereka perform. Setelah mereka mengucapkan terimakasih, semangat wota mulai kembali, karena ekspetasi mereka adalah bahwa idola mereka akan segera tampil setelah ini.
Dan benar saja.
2015-01-10 21.22.19
Lighting mulai meredup, dan semua wota terfokus ke stage yang bercahaya.
Diawali oleh Overture, para wota dengan lantang menyuarakan hak hak mereka kepada JOT. Ehh :V
Maksudnya mereka dengan lantang meneriakkan chant mengiringi suara khas Overture.

‘Taiga, Faiya, Saiba, Faiba, Daiba, Baiba, Jya-Jya!’
‘Tora, Hii, Jinzou, Sen-ii, Ama, Shindou, Kasentobijokyo!’
‘Chape, Ape, Kara, Kina, Tosuke, Myouhuntusuke!’

Diikuti oleh member yang mulai naik ke atas stage dan menempatkan diri dalam formasi. Menggunakan seifuku merah hitam terbaru khas Hebirote nampak mereka bersiap, dan terjadilah lagu pertama.

M01. Manatsu No Sounds Good
Lagu ini gimana gitu. Koreo-nya rapi, mereka tampil all-out, dan sangat enak untuk didengar. Semua wota terfokus ke panggung dan juga ke pa..  ah sudahlah. Naomi dan Melody nampak menarik. Sayangnya mereka menyanyikan yang cut-version, jadi kurang lama.

M02. Kimi No Koto Ga Suki Dakara
Semua member nampak bersemangat di lagu ini, khususnya juga para wota. Chant yang diteriakkan sangat menggema di GOR UNY. Karena di lagu ini chant-nya cukup banyak, jadi saya sangat menikmati berteriak meneriakkan chant. Disini semua teriak ‘Oi oi oi oi’  dan saya berteriak ‘Chouzetsuu Kawaii Melody’. Semua tampak cantik dan lucuk ^.^
2015-01-10 21.24.54
M03. Flying Get
Tempo cepat selama lagu ini membuat semangat. Koreo sangat menonjol disini. Masing-masing member tampil sebaik mungkin. Melody sebagai center nampak berwibawa dan dance-nya itu. Memamerkan skill dan lekukan tubuhnya, membuat para wota memandang tajam kearahnya.

M04. Gingham Check
Lagi-lagi Melody menarik perhatian saya. Ya pantes sih, kan dia center. Tapi selain Melody, member lain juga tampil all-out dan cantik. Naomi, Shania. Yang paling berkesan adalah ending-koreo lagu ini. Member tampak mendekat sambil berpose.

M05. JKT48
Ya judul lagu yang dibawakan JKT48 kali ini adalah JKT48, sama seperti nama mereka. Menurut penglihatan saya, lagu ini kurang tepat untuk ditampilkan. Kan isi liriknya mengenai kota Jakarta mengapa harus dibawakan. Saya tidak tahu alasannya. Hanya JOT, panitia SMA 9 yang tahu. Tapi mengesampingkan pendapat saya tersebut, semua wota tetap menikmati lagu ini. Saya juga kok :V
2015-01-10 21.29.24
M06. Kokoro No Placard
Dari awal saya berharap lagu ini dibawakan. Fresh, easy-listening, mudah diingat. Sangat enak lah. Shania kali ini yang paling menonjol, sebab dia center dan senyumannya itu loh :3
Payayayaya-payayayaya’  begitulah awal dan akhir dari lagu ini yang tentunya paling diingat oleh para wotanesia. Member lain, semuanya lucu dan menghibur!

B6_qZkNCQAANvy6

Setelah menampilkan 6 lagu, dan kemudian member JKT48 mengucapkan terimakasih pada penonton yang sudah hadir dengan membungkukkan badan kemudian mundur dan maju lagi sambil meneriakkan ‘Senoooo~’ diikuti tepuk tangan meriah para wota dan penonton.
Setelah member turun panggung dan kembali ke backstage, wota tampaknya ingin ‘encore’ tapi itu semua sia-sia karena memang tidak ada encore. Agak kecewa dan kurang puas, tapi ya mau gimana lagi. Nunggu next konser aja biar puas, rumornya sih bulan Maret. Just wait!

Sekian cerita saya, ini nulisnya sambil dikejar waktu pertandingan MU.
Makanya udahan dulu.

 

B6_tWucCEAEknxlB6_u7iECUAAsHaCB6_xuBaCEAAxMDkB6_zBbPCUAAMRYOB7CLXttCIAEs94gB7EteV0CIAEAwaK

Ini bonus photo gan..

Sekedar intro

Akhirnya…
Setelah sekian lama merintis dan kerja keras penuh keringat bersimbah darah akhirnya blog ini dapat dilahirkan ke dunia maya ini. Bukan dunia fana.
Bertujuan sebagai wadah apa yang saya pikirkan dan apa yang saya ingin tuliskan.
Mungkin kalian mengira ini pos pertama saya, padahal bukan~ *nyengir ala drakula*

Sebenarnya blog ini udah aku buat dari 2012, tapi jarang nge post.
Ada sih 3 pos yang pernah diposting, tapi itu semua hasil co-pas dari blog lain :V
Setelah sekian lama merenung, saya sadar bahwa co-pas postingan orang lain itu salah besar, apalagi tanpa mencantumkan sumber nama blog tersebut.
Lebih baik berkarya sendiri daripada meniru orang lain.

Ke depannya mungkin postingan saya akan selalu berkaitan hal-hal yang saya sukai.
Entah itu musik olahraga wota Manchester United Cindy Vanka Rachel Melody..
Ah sudahlah :V

Berhubung sudah tengah malam, saya ucapkan Minal Aidzin.. eh 😐
Maksudnya, oyasumi-nasai semuanya~ *ala tweet member jeketi porti eit*

Please wait for a moment.